4 Tips Menulis Rapor Kurikulum 2013 untuk Siswa SD
Tips Menulis Rapor Kurikulum 2013 Siswa SD – Untuk mengukur keberhasilan suatu proses pembelajaran diperlukan suatu penilaian. Review merupakan kegiatan memperoleh data dan informasi tentang proses dan hasil belajar siswa. Kegiatan asesmen dilakukan untuk mengukur dan menilai tingkat pencapaian kompetensi dasar serta mengetahui kekuatan dan kelemahan peserta didik dalam proses pembelajaran sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan dan perbaikan proses pembelajaran yang dilaksanakan.
Pada jenjang pendidikan sekolah dasar, untuk mengetahui hasil penilaian siswa digunakan lembar penilaian yang disebut rapor. Rapor adalah laporan hasil belajar siswa yang meliputi penilaian pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Menyesuaikan dengan Kurikulum 2013, berikut 4 Tips Menulis Rapor Kurikulum 2013 untuk Siswa SD yang harus dilakukan guru.
- Memaksimalkan Pengamatan Harian
Cara pengisian raport K-13 SD cukup rumit. Banyak asesmen perlu dimasukkan untuk merepresentasikan perkembangan belajar siswa di sekolah secara keseluruhan. Salah satunya adalah penilaian terhadap sikap spiritual dan sosial. Untuk membuat penilaian yang sesuai, guru perlu memaksimalkan observasi harian dan kemudian mencatatnya dalam jurnal yang tersedia. Ada tiga teknik untuk melakukan observasi: wawancara, catatan anekdot, dan rekaman peristiwa tertentu. Dalam praktiknya, guru dapat merancang indikator sikap yang diamati. Cara ini lebih praktis dan cepat. Selain itu, asesmen juga dapat dilakukan tanpa perencanaan, seperti ketika terjadi perilaku yang tidak diharapkan, baik saat proses pembelajaran maupun di luar lingkaran. - Tidak Mengabaikan Penilaian Pendukung
Selain asesmen utama, ada juga asesmen pendukung dalam asesmen diri dan asesmen antar teman. Asesmen penunjang adalah penegasan atas asesmen yang dilakukan oleh guru. Dalam penilaian diri sendiri, siswa akan mengungkapkan sikap dan perilakunya, baik positif maupun negatif. Sementara itu, estimasi peer-to-peer merupakan penilaian yang dilakukan oleh siswa terhadap sikap dan perilaku sehari-hari teman sekelasnya. Jenis penilaian ini bekerja paling baik dalam kegiatan kelompok. - Lakukan Penilaian Pengetahuan dan Keterampilan
Dalam penilaian rapor juga terdapat penilaian terhadap pengetahuan dan keterampilan. Terdapat kolom nilai, predikat, dan uraian yang perlu diisi oleh guru dalam evaluasi. Nilainya ditulis dalam range 1-100, dan predikatnya ditulis grade A, B, C, dan D. Sedangkan uraian merupakan kalimat motivasi positif. Contoh deskripsi deskripsi rapor SD Kurikulum 2013 adalah, “Ananda Eko sangat pandai mengenali kosakata lingkungan melalui tes singkat, cukup dalam mengartikan simbol bunyi vokal dan konsonan.” Untuk menilai pengetahuan siswa, guru dapat menerapkan beberapa tes seperti tes tertulis, lisan, dan tugas. Sedangkan penilaian keterampilan dapat dilakukan dengan menggunakan tiga teknik yaitu sebagai berikut.
– Tes kinerja, yang mengukur prestasi belajar berupa keterampilan proses atau hasil.
– Penilaian proyek, yaitu dengan melihat kemampuan siswa dalam mengaplikasikan ilmunya untuk menyelesaikan tugas.
– Portofolio, yaitu catatan penilaian otentik yang memperkuat kemajuan dan kualitas hasil kerja siswa. - Isi penilaian tambahan berupa deskripsi
Guru juga perlu melengkapi evaluasi untuk kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan di sekolah, misalnya kegiatan pramuka. Dalam evaluasi pelengkap hanya terdapat satu kolom evaluasi, yaitu uraian prestasi bidang ekstrakurikuler siswa. Selain itu, rapor memberikan ruang untuk menulis saran bagi anak dan orang tua. Saran ini bisa berupa pujian atas prestasi siswa atau nasehat kepada orang tua tentang kondisi anak. Untuk memudahkan penilaian, guru dapat mencoba menggunakan aplikasi rapor kurikulum 2013 SD yang dapat diunduh di internet.
Lihat kumpulan aplikasi raport k13 SD