Kalimat Active dan Passive, Pengertian Hingga Contohnya yang Bisa Dipahami
Belajar bahasa memang memiliki kaidah tertentu. Salah satunya, dalam bahasa Indonesia terdapat kalimat active dan passive. Kedua jenis kalimat ini memiliki pola tertentu. Untuk lebih lengkapnya, mari simak ulasan berikut!
Table of Contents
Apa Itu Kalimat Active dan Passive?
Kalimat aktif bisa didefinisikan sebagai jenis kalimat yang mana subjek merupakan pelaku yang melakukan sebuah perbuatan. Sifatnya pun sedang berlangsung dilakukan. Memiliki pola kalimat, mulai dari subjek, predikat, objek hingga keterangan sebagai pelengkap.
Lain halnya dengan kalimat pasif yakni kalimat yang subjeknya merupakan suatu jenis Lebih sering digunakan sebagai predikat. Hal ini bisa lebih dipahami dengan melihat contohnya secara langsung.
Contoh Kalimat Active
Pertama, mari memahami lebih mendalam kalimat aktif melalui sebuah contoh. Kali ini, contoh kalimat aktif akan disajikan dengan memperhatikan ciri-ciri terkait. Contohnya antara lain sebagai berikut:
1. Umumnya Berimbuhan me- dan ber-
Jika menilik ciri-cirinya, kalimat active dan passive sangatlah berbeda. Kalimat aktif umumnya menggunakan verba yang berimbuhan me- ataupun ber-. Adapun contohnya dalam kalimat yaitu:
- Arsitek merancang bangunan yang unik dan indah.
- Pak Tarna menggendong anaknya yang sakit.
- Ali membaca koran harian di teras rumah.
- Dokter mengurangi rasa sakit pasiennya dengan obat.
- Guru memberikan tugas secara daring.
2. Subjek Sedang Melakukan Tindakan
Selanjutnya, kalimat aktif umumnya menunjukan tindakan yang sedang dilakukan. Verba yang digunakan jenis aktif dan menunjukan sedang berlangsung. Untuk lebih mudahnya, perhatikan contoh berikut:
- Para siswa sedang bermain di lapangan sekolah.
- Ibu menuangkan kopi untuk ayah.
- Atlet sekolah sedang berlatih di lapang.
- Para pegawai sedang berdemo di depan gedung Y.
- Pak Bahari sedang bertugas di kawasan Tegal.
3. Predikat Bisa Jenis Kata Aus
Kalimat aktif juga biasanya ditandai dengan predikat yang diambil dari kata aus. Namun, hal ini tidak bersifat mutlak. Umumnya, bisa ditemukan pada kalimat aktif intransitif. Contohnya dalam kalimat yaitu:
- Anak pak Hermawan tinggal di kota Depok.
- Luna tinggal bersama kedua kakaknya.
- Adik sedang mandi menggunakan air hangat.
- Pagi ini, nenek mandi di rumahku.
- Ana tinggal bersama sahabatnya.
Contoh Kalimat Passive
Selain kalimat aktif, terdapat beberapa contoh kalimat pasif berdasar ciri-cirinya. Dengan sajian contoh yang tepat, maka membedakan kalimat aktif dan pasif pun akan lebih mudah. Berikut ini contoh kalimat pasif:
1. Pronomina Persona yang Tergabung dengan Predikat
Kalimat pasif umumnya ditandai dengan pronomina jenis persona yang tergabung dalam predikat. Umumnya, pronomina ini akan merujuk pada suatu objek maupun subjek tertentu. Contohnya dalam kalimat yaitu:
- Koran dibaca berulang kali oleh paman Adi.
- Kulitku tergores pisau sampai berdarah.
- Penderita Covid-19 diisolasi di ruangan khusus.
- Komputer bekas dibanderol dengan harga yang lebih murah.
- Bunga melati disirami air setiap harinya oleh ibuku.
2. Predikat Menggunakan Imbuhan di-, ter- atau juga ke-an
Selain itu, kalimat aktif lebih banyak menggunakan imbuhan di-, ter- dan juga ke-an. Jika menemukan kalimat menggunakan imbuhan tersebut, maka kalimat tersebut merupakan jenis pasif. Contohnya yaitu:
- Oknum pencurian ditahan selama 2 tahun di balik jeruji penjara.
- Buku Rani dirobek oleh adiknya hingga berkeping-keping.
- Bola ditendang anak-anak hingga kempes.
- Halaman rumah disapu bersih oleh nenekku.
- Buah-buahan dibawa paman dari kebunnya langsung.
Demikianlah ulasan terkait kalimat active dan passive yang bisa dipahami dengan baik. Pemahaman yang mudah bisa dilakukan melalui contoh yang tersaji. Selanjutnya, akan ditemukan perbedaan mendasar antara kalimat yang aktif dan pasif.